Rabu, 30 September 2015

Ketika Saya Terpikat Komunisme



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tiada kenal lelah, tiada kenal berhenti, Pujian dan rasa syukur yang mendalam semoga selalu terpanjatkan kehadirat Allah SWT. Shalawat serta salam juga tidak putus tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, Sahabat dan Insya Allah kita sebagai pengikutnya hingga akhir zaman.

Ketika Saya Pernah Terpikat Komunis? Kok bisa kang Egi ?

“Kalau anak muda baca Manifesto Komunis, belajar Marxis – Leninisme lantas tidak tertarik, maka dia anak muda yang bebal. Tapi kalau sudah mendalami Marxisme – Leninisme dan sampai tua masih tetap komunis, maka dia lebih bebal” (SK Trimurti)

Judul yang cukup kontroversial tetapi ini nyata pengalaman pribadi saya. Bertahun – tahun lalu ketika saya masih duduk dibangku SMA saya pernah sangat tertarik dan sangat ingin mendalami paham komunisme.

Dan itu saya kerjakan secara serius. Saya mulai rutin membaca buku – buku komunis, manifesto komunis.. bahkan sampai detik ini saya masih hapal betul lirik dan nada lagu “Internationale” yang merupakan Mars Komunis seluruh dunia.

Mengapa bisa saya kagum terhadap komunis? Begini ceritanya… berawal dari ngefans dengan sosok Bung Karno dan pemikirannya yang terkenal yaitu “NASAKOM – Nasionalis Agamis Komunis”. Konsep yang ditawarkan oleh bung karno kepada bangsa Indonesia agar tetap saling bersatu – padu dalam keberagaman ideologi.

Bung karno yang memang pada saat ini sedang konflik dengan barat, melihat bahwa ide – idenya yang sangat anti imperialis bisa didukung dunia apabila ada kekuatan besar yang mendukungnya. Akhirnya bung Karno menggandeng Komunis yang dibuktikan dengan beliau datang menemui pemimpin negara – negara komunis. Sebut saja Kuba, Uni Soviet, RRC, Dll.

Sejak lama saya sudah mengetahui tentang Peristiwa G30S/PKI tapi pada saat itu saya percaya bahwa peristiwa tersebut Cuma konspirasi politik dan pembodohan rezim orba untuk menggulingkan Soekarno dengan mengambing Hitamkan Komunis dalam hal ini PKI dan nama PKI harus dibersihkan.

Ngefansnya saya terhadap PKI ditentang orang tua. Kenapa? Bagi Ayah saya, komunis itu atheis. Namun saya bersikeras berkata bahwa “Beda antara komunis dan atheis”. Apa buktinya? Itu Tan malaka dihadapan Stalin berani mengatakan konsep penyatuan Pan Islamisme – Komunisme. Sayapun sudah sapu bersih buku – buku Tan malaka spt Masa aksi, Gerpolek, Madilog, Dari Penjara ke Penjara, Dll.

Selain itu Komunis di Indonesia tumbuh juga dari kalangan ulama, sebut saja KH Achmad Chaerun dari Sarekat Islam dan masih banyak lagi hal – hal yang membuat saya pernah ngefans dengan Komunis. Belum lagi gerakan – gerakan revolusioner dan konsep bernegaranya. Sangat kagum saya..
Bahkan secara terang – terangan saya mengatakan bahwa saya berideologi Sosialis – Komunis, Nasionalis – Demokratis di Wordpress saya waktu dulu. Anda masih bisa mengunjungi wordpress itu, ini alamatnya : https://fadjriregina.wordpress.com/about/ . sayangnya saya lupa password dan ID wordpress itu.


ALHAMDULILLAH SEMUANYA BERUBAH SETELAH NEGARA API MENYERANG !!!! HAHAHAHA

Semuanya Berubah ketika saya mulai menemukan satu buku yang menurut saya sangat membuka kesadaran saya akan bahaya komunisme, buku yang menyadarkan saya bahwa mau alasan apapun, ideology komunis ini adalah ideology yang dibangun dengan paksa, dengan kekerasan, dengan cepat dan dengan darah.

Buku apa itu ? Judul bukunya “Katastrofi Mendunia – Marxisma, Leninisma, Stalinisma, Maonisma dan Narkoba. Penulis : Bpk. Taufiq Ismail”


                                     **REKOMENDASI UNTUK DIBACA**


TOPENG HAK ASASI MANUSIA
HAM jadi tema favorit komunis untuk mencoba tumbuh kembali, kalau di Indonesia mereka mengatakan bahwa pasca peristiwa Gestapu banyak keluarga PKI yang dibantai rezim Orba dimana HAM? Yuk kita lihat berapa banyak yang pernah komunis bantai diseluruh dunia. Apakah bisa mereka mengklaim HAM sebagai pembelaan diri?

Berdasarkan buku “The Black Book Of Communism” selama kurang lebih antara tahun 1917 – 1991 komunisme berkuasa didunia, mereka telah membantai 100 juta jiwa di 76 negara, sehingga rata – rata 1.350.000 orang setahun dibantai, 3.702 orang perhari, 154 orang perjam, 2,5 orang permenit dan 24 detik perorang.

Kejam yah? Jelas aja. Kejam itu ajaran dari Komunisme. Begini kata tokoh – tokohnya :
  • Karl Marx berkata “Bila waktu kita tiba, kita tidak menutup – nutupi terorisme kita. Kami tidak punya belas kasih dan kami tidak meminta kepada siapapun belas kasihan. Bila waktunya tiba, kami akan mencari – cari alasan untuk melaksanakan terror..”
  • Lenin Berkata “Tidak jadi soal bila tiga seperempat penduduk dunia habis, asal yang seperempat tinggal itu komunis. Untuk melaksanakan komunis, kita tidak gentar jalan ditas mayat 30 juta orang”.
  • Stalin berkata “ Kematian satu orang adalah tragedi, kematian sejuta orang adalah statistik..”

Kilas Balik Pemberontakan PKI MADIUN 1948 dipimpin oleh Musso melakukan pembantaian terhadap Kaum Santri dan ulama NU & Muhammadiyah Jawa timur. Namun peristiwa ini kita MAAFKAN dan LUPAKAN pada saat itu, tidak kita bahas – bahas dan tidak ada aksi balas dendam. Sampai akhirnya kita izinkan kembali komunis masuk dan mendirikan partai di Indonesia namun PKI kembali berulah ditahun 1968 melakukan pemberontakan yang begitu kejam. Apakah ini tidak cukup jadi pelajaran bagi kita? Maafkan boleh, tapi jangan dilupakan.

Dari sini sudah jelas bahwa komunisme tidak akan sejalan dengan HAM. Jadi sebuah kecacatan jiwa alias Sakit jiwa Moral jika pemeluk ideology anti HAM ini kemudian meneriakan HAM.. Ingat sebab akibat. Tidak mungkin rezim orba dan militer membabat habis komunis tanpa sebab.


KAUM ANTI AGAMA
Terserah jika anda ingin mengatakan Komunis dan Atheis beda. Saya hanya ingin membeberkan pendapat sejumlah tokoh – tokoh sosialis – komunis tentang agama dan Tuhan :

  • Karl Marx “Agama adalah mandat bagi masyarakat, Menghujat agama adalah syarat utama dari semua hujatan…. Penghancuran agama adalah kebahagiaan.. eksistensi tuhan tidak masuk akal. Tuhan adalah konsep yang menjijikan. Aku menaruh dendam kepada semua Tuhan”
  •  Lenin “Agama adalah semacam minuman keras bagi jiwa,. Agama adalah suatu bentuk penindasan spiritual.. matilah agama hiduplah atheism. Atheism adalah bagian alami tidak terpisahkan dari marxisme”

Ketika Listrik mulai memasuki desa – desa Uni Soviet dan mulai banyak lampu bercahaya, Lenin berkata “Listrik akan menggantikan Tuhan. Biarlah para petani menyembah listrik. Karena mereka nanti akan merasa bahwa listrik mempunyai kekuatan lebih besar dari pada kekuasaan surga. Bahwa kekuasaan pemerintah pusat lebih berwibawa ketimbang kekuasaan surga”

Ketika Lenin berkuasa, dia membantai habis para pendeta dan menjadikan gereja – gereja untuk kolam renang, ketika PKI berkuasa di Madiun, mereka membantai kaum islam, santri dan membakar pesantren. Jadi dengan ini, apakah bisa komunis berdampingan dengan agama? TIDAK!


KOMUNIS GAYA BARU

Komunis akan terus mencoba bangkit dengan berbagai cara, dengan berbagai wajah, dengan berbagai metode dll. kewaspadaan mesti selalu harus ditingkatkan.

  •  Resolusi Konferensi Partai Komunis Dunia Tahun 1976 “Laksanakan perebutan kekuasaan dengan segala cara yang mungkin; kalau terhalang oleh prinsip dictator buang prinsip itu dan injak dengan kaki, kalau kelompok nasionais berkeberatan, maka berdamailah dengan mereka dan katakana bahwa kalian nasionalis juga. Ganti Kulit kalian! Ganti warna kalian dan tunggangi gelombang untuk sampai kekuasaan.. kekuasaan kamerad! Persetan dengan prinsip!”
  • Strategi Partai Komunis Dunia, Zagladin 1975 “Orang komunis harus menerapkan taktik lentur dan beragam, harum mempelajari bagaimana menggunakan bentuk perjuangan damai dan bukan damai, legal dan illegal, parlementer atau pengarahan masa, lalu menerapkannya secara terampil”


Sebagai Penutup,
Berikut Kata Bung Hatta Tentang Marxisme – Komunisme “Kalau ada orang komunis yang mengatakan ia Percaya Tuhan, atau orang isam mengaku dirinya Marxis, maka ada yang tidak beres padanya”


Wassalamuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

11 komentar:

  1. Ka, gua jadi berkurang paham komunisnya nih gara2 buku itu wkwk

    BalasHapus
  2. @rivaldi Cesanosa : alhamdulillah kalau begitu hahaha.

    BalasHapus
  3. Komunisme itu Sosialisme yang dibelokkan secara paksa.
    Saya juga gak suka karena penerapannya pun gak pernah bener.
    Tapi harus diingat kalau kiri bukan cuma Komunisme.
    Saya kiri, tapi bukan Komunis.

    BalasHapus
  4. Bagaiman bisa anda sudah membaca begitu banyak buku mengenai faham komunisme dan anda sampai ngefans dengan komunisme.. Tapi hanya karna satu buku yg bertentangan dengan komunis,marxis,lenin langsung anda tinggalkan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. buku itu hanya pertanda saja, menjadi titik balik dimulainya pemahaman baru dalam alam berpikir dan ideologi saya.. keraguan yg muncul menjadi pemicu utamanya... dan juga keimanan sebagai seorang beragama :)

      jika anda ingin menjadi komunis yg berama pun silahkan saja. itu pilihan anda. tapi ini pilihan saya untuk memnendang jauh2 komunisme dalam seluruh hidup saya..

      Hapus
  5. Komunis sejak sd saya dah paham ajaran setan..kalo pemerataan ya islam yang paling benar dgn zakat dan aturan yang memberikan kenyamanan bagi orang miskin dan kaum proletar..bukankah nabi kita selalu bersedekah membantu fakir miskin..tidak ada ajaran yang lebih hebat dari islam

    BalasHapus
  6. Muncul abad 19 ajarannya. mati pada abad 20...islam dari adam manusia pertama..sampai sekarang..ajarannya makin di cintai umat manusia..

    BalasHapus
  7. Komunis sejak sd saya dah paham ajaran setan..kalo pemerataan ya islam yang paling benar dgn zakat dan aturan yang memberikan kenyamanan bagi orang miskin dan kaum proletar..bukankah nabi kita selalu bersedekah membantu fakir miskin..tidak ada ajaran yang lebih hebat dari islam

    BalasHapus
  8. Egi? Ini aku Egi gua bukan pki

    BalasHapus